09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Waspada: Anemia selama kehamilan dan cara mengatasinya

KategoriKehamilan
Di lihat681 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

gejala dan penanganan kondisi anemia pada ibu hamil

Selama masa kehamilan, kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat. Sebelum kehamilan, bunda membutuhkan 27 mg hingga 30 mg zat besi setiap harinya. Jumlah ini tentunya meningkat selama masa kehamilan karena kita harus berbagi asupan zat besi dengan janin.  Janin di dalam kandungan membutuhkan mineral penting ini bagi pertumbuhan dan perkembangannya, termasuk untuk membangun cadangan zat besi yang akan ia gunakan di awal masa kehidupannya setelah kelahiran.

Baca juga: 6 Jenis permainan untuk melatih otak balita

Kekurangan zat besi selama kehamilan dapat menyebabkan anemia yang dapat membuat ibu hamil merasa lemas dan mudah lelah, bahkan anemia berat dapat berdampak lebih berbahaya bagi kehamilan. Anemia berat dapat meningkatkan resiko terjadinya kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat lahir rendah, bayi lahir dengan level cadangan zat besi yang rendah, pre-eclampsia, serta meningkatkan resiko terjadinya infeksi selama kehamilan.

Gejala anemia selama masa hamil

Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang dapat kita amati bila kita menderita anemia selama kehamilan:

  • merasa mudah lelah dan kurang bertenaga.
  • kelopak mata dan kulit di bawah kuku berwarna pucat.
  • Lidah terasa nyeri dan ada rasa yang aneh di mulut.
  • sulit bernafas dan pening.

Tanda-tanda tersebut adalah tanda awal, namun masih diperlukan pemeriksaan yang lebih seksama untuk mendiagnosa kondisi anemia selama kehamilan. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk melihat kadar haemoglobin dalam darah ibu hamil. Kadar haemoglobin di bawah 11 g/dl digolongkan sebagai anemia ringan dan bila levelnya di bawah 7 g/dl ia digolongkan sebai anemia berat. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada check up kehamilan pertama dengan dokter kandungan.

Baca juga: 4 Aktivitas bermain yang membuat si kecil lupa waktu

Faktor resiko anemia pada ibu hamil

Kebutuhan zat besi selama kehamilan memang bertambah sehingga wanita hamil memang lebih rentan terhadap anemia. Akan tetapi, ada beberapa hal yang membuat resiko terserang anemia menjadi lebih besar, misalnya:

  • Jarak antar kehamilan terlalu dekat.
  • Pernah mengalami anemia pada kehamilan sebelumnya.
  • Mengalami pendarahan saat hamil, misalnya karena placenta praevia.
  • Mengandung anak kembar, baik kembar dua atau lebih.
  • Hamil pada usia kurang dari 20 tahun.

Tips pencegahan anemia selama masa hamil

Untuk mencegah dan mengatasi anemia, wanita hamil perlu mengkonsumsi diet sehat kaya zat besi. Jumlah zat besi yang dibutuhkan tubuh selama kehamilan bahkan lebih tinggi bila kita menganut pola makan vegetarian. Hal ini dikarenakan zat besi yang berasal dari makanan nabati (misalnya kacang-kacangan dan sayuran hijau) lebih sulit diserap daripada yang berasal dari makanan hewani (misalnya daging dan hati).

Baca juga: Tips seputar penanganan luka bakar pada balita

Bila bunda mengalami anemia, dokter biasanya akan meresepkan  suplemen yang harus dikonsumsi selama 3 bulan. Suplemen yang diresepkan biasanya mengandung 100 gram zat besi dan 0,5 gram asam folat. Suplemen zat besi lebih baik dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi efek samping yang mungkin muncul. Hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan berkalsium, misalnya susu di dekat waktu meminum suplemen karena kalsium dapat menghambat tingkat penyerapan zat besi. Perbanyak mengkonsumsi vitamin C karena ia dapat membantu penyerapan zat besi oleh tubuh.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru