09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Waspada: Bahaya bisphenol A dalam botol susu si kecil

KategoriKesehatan
Di lihat2814 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

cara memilih botol susu bayi yang aman dari zat kimia berbahaya

Dewasa ini, banyak wadah makanan dan minuman yang terbuat dari bahan plastik polycarbonate yang dibuat dengan bisphenol A (BPA). Termasuk dalam pembuatan botol susu bayi, bisphenol A digunakan untuk mengeraskan bahan plastik dan menghindari kontaminasi bakteri pada makanan.

Zat kimia bisphenol A ini diteliti sebagai bahan yang dapat mempengaruhi fungsi sistem endokrin hewan, dan dikhawatirkan juga memiliki pengaruh yang sama terhadap manusia. Pada September 2010 Kanada telah menjadi negara pertama yang mengklasifkasikan bisphenol A (BPA) sebagai zat beracun. Menyusul, negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat pun melarang peredaran botol susu dan peralatan makan untuk anak-anak yang mengandung zat berbahaya ini.

Baca juga: Alasan kenapa harus membatasi jam nonton TV si kecil

Bahaya zat bisphenol A

Ikatan kimia senyawa bisphenol A yang tergolong tidak stabil membuatnya mudah terlepas ke makanan ketika ia dipanaskan sehingga bisa masuk ke tubuh manusia. Hasil pemeriksaan urin menemukan bahwa 90 persen warga Amerika memiliki kandungan bisphenol A dalam tubuhnya.

Zat berbahaya ini dikenal sebagai zat pengganggu hormon yang bisa merugikan kesehatan, sistem reproduksi, perkembangan, bahkan mempengaruhi tingkah laku. Bisphenol A juga diketahui bisa menyebabkan gangguan otak dan fungsi tiroid, obesitas, penyakit jantung, gangguan imunitas, pubertas dini, bahkan kanker.

Tips menghindari bahaya bisphenol A dalam botol susu

Pelepasan bisphenol A dari botol susu bayi ke makanan di dalamnya bahkan bisa lebih besar bila botol tersebut dipanaskan, misalnya bila ia direbus untuk sterilisasi atau ketika dituangkan air panas. Berikut adalah beberapa cara mengurangi kemungkinan kontak bayi dengan bisphenol A:

Baca juga: 6 Zat aditif yang sering terdapat pada makanan

1. Hindari menggunakan botol susu bayi yang memiliki tanda daur ulang bernomor 7 dan berlabel “PC”. Botol susu dengan ciri-ciri tersebut terbuat dari bahan yang mengandung bisphenol A.

2. Gunakan botol bersertifikasi yang bebas dari bisphenol A.

3. Gunakan botol susu bayi yang terbuat dari plastik yang tidak transparan karena terbuat dari polyethylene atau polyprophylene yang tidak mengandung bisphenol A (BPA).

4. Cara lain mengenali botol susu bayi dari plastik yang tidak mengandung bisphenol adalah dengan melihat tanda daur ulangnya. Pilih produk dengan tanda daur ulang bernomor 2 atau 5.

5. Botol susu bayi dari kaca aman dan boleh digunakan. Akan tetapi, hati-hati dalam menggunakannya, botol susu dengan bahan kaca bisa melukai si kecil bila ia pecah karena jatuh atau terbentur.

Baca juga: Tips agar si buah hati semangat belajar membaca

6. Panas bisa meningkatkan pelepasan bisphenol A (BPA ) dari plastik. Karenanya, hindari merebus, memanaskan di dalam microwave, atau mencuci botol yang terbuat dari polycarbonate dengan menggunakan mesin pencuci piring.

7. Menyusui dipercaya sebagai salah satu cara menghindarkan si kecil dari pengaruh bisphenol A (BPA).

8. Bila si kecil diharuskan mengkonsumsi susu formula tertentu karena faktor medis, jangan sembarangan mengganti susu formula yang digunakan. Hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan yang akan meningkatkan pengaruh negatif dari bisphenol A (BPA).

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru