09.00-17.00 WIB
081334130336
081334130336
081334130336
D18C1A4D
Menu

Waspada! Penyebab konstipasi akut pada bayi

KategoriBayi
Di lihat1513 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

hati-hati gejala serangan konstipasi akut pada anak bayi

Konstipasi atau sembelit didefinisikan sebagai gangguan pencernaan yang secara langsung menyebabkan keluhan saat BAB. Tak hanya pada orang dewasa, kondsi ini juga bisa menyerang anak-anak bahkan bayi. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui seputar penyebab dan solusi mengatasi konstipasi pada si kecil.

Sistem pencernaan bayi

Ketika bayi baru lahir, kotorannya akan sedikit hitam, tebal, dan agak lengket (biasa disebut meconium). Meconium terbentuk dari segala zat sisa pada usus bayi yang terkumpul selama kehamilan. Meconium akan keluar dengan sendirinya pada hari-hari pertama setelah kelahiran si kecil.

Baca juga: 6 Zat aditif yang sering ada dalam makanan si kecil

Saat si bayi mengkonsumsi ASI, pencernaan mereka mulai bekerja dan sebagai limbah buangan, mereka akan puup. Para ahli mengatakan frekuensi puup si kecil bisa berbeda dengan yang lainya, yang terpenting adalah rutinitas intervalnya. Saat BAB si kecil lebih jarang dari biasanya, mungkin mereka mengalami sembelit.

Bayi yang mengkonsumsi ASI cenderung lebih jarang mengalami konstipasi bila dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula. Hal ini dikarenakan ASI adalan sumber nutrisi ideal bagi si kecil sehinggakandungan zat gizinya akan diserap sempurna oleh tubuh si kecil tanpa menimbulkan gangguan pencernaan.

Penyebab konstipasi serius pada bayi

Konstipasi pada bayi umumnya disebabkan oleh dehidrasi atau pola makan yang tidak seimbang. Satu dari 20 kasus konstipasi dapat disebabkan oleh kondisi medis khusus termasuk diantaranya berupa:

  • Efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi si kecil
  • Ketidakcocokan dengan jenis makanan tertentu
  • Penyakit Hirschsprung, yaitu gangguan pada sistem syaraf di usus
  • Kelainan pada sumsum tulang belakang (medula spinalis)
  • Kelainan pada anus

Tips mengatasi konstipasi ringan pada anak

Baca juga: 3 Penyebab ketulian pada anak

Khusus konstipasi ringan, perubahan pola makan sederhana dapat membantu mengatasi kondisi tersebut. Berikut adalah beberapa tips yang dapat ayah bunda lakukan untuk meredakan gejala konstipasi pada bayi:

  • Jus buah-buahan yang kaya serat seperti prune, apel, atau pir dalam porsi kecil dapat menghasilkan reaksi pencahar. Namun, jangan lupa juga untuk memastikan si kecil minum cukup air.
  • Doronglah si kecil untuk mengkonsumsi makanan-makanan berserat tinggi. Jangan memaksanya, melainkan beri ia pujian bila mau mengkonsumsi makan-makanan tersebut.
  • Hingga usia 12 bulan, pencernaan bayi belum bisa menyerap gula merah. Campurkan setengah sendok teh gula merah pada susu formula, ASI yang diperas, atau air matang dan berikan pada si kecil. Gula merah tersebut akan tertinggal pada usus bayi dan menimbulkan reaksi pencahar.

Bila perubahan-perubahan pola makan di atas belum dapat mengatasi gangguan konstipasi pada si kecil, hubungi dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Kapan harus menghubungi dokter?

Konsultasikan dengan dokter bila ayah bunda menemukan masalah serius terkait aktifitas pencernaan bayi di bawah ini:

  • Terjadi peningkatan frekuensi BAB si kecil secara drastis. Misalnya, bila biasanya bayi buang kotoran setiap hari dan sekarang berubah menjadi 3 hari sekali.
  • Kotoran bayi keras.
  • Nafsu makan si kecil berkurang.
  • Bayi merasa sakit ketika mengeluarkan kotoran.
  • Kotoran bayi disertai bercak darah.

Penanganan medis bayi konstipasi

Bila bayi mengalami konstipasi, dokter umumnya akan menyarankan proses membersihkan sistem percernaan bayi. Penanganan ini mungkin berupa pemberian obat-obatan pencahar khusus bayi untuk mempermudah pengeluaran kotoran. Obat pencahar perlu terus diberikan hingga bayi terbiasa mengeluarkan kotoran yang lunak dan tanpa merasa sakit. Setelah itu, kita bisa mengurangi penggunaan obat pencahar sedikit demi sedikit.

Baca juga: Tips agar si kecil bisa cepat berjalan

Untuk kondisi yang lebih ringan dokter biasanya hanya menyarankan perubahan pola makan, memperbanyak asupan cairan, dan merekomendasikan penggunaan pelumas khusus untuk diaplikasikan didaeran anus si kecil untuk mempermudah pengeluaran feses.

Pastikan juga dokter memberi tahu anda apa yang harus dilakukan bila si kecil tidak mengalami reaksi pencernaan selama lebih dari 24 jam.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
New
Sarung Bantal Ibu Hamil

10%

Rp 135.000 150.000
New
Bantal Guling Ibu Hamil (maternity pillow)

6%

Rp 375.000 400.000
New
Bedong Bayi Instant Animal

23%

Rp 58.000 75.000

Produk Terbaru